Laman

Rambutan (Nephelium sp)

     Rambutan (Nephelium sp) merupakan tanaman buah hortikultural berupa pohon dengan famili Sapindacaeae. Tanaman buah tropis ini dalam bahasa Inggrisnya disebut Hairy Fruit berasal dari Indonesia. Hingga saat ini telah menyebar luar di daerah yang beriklim tropis seperti Filipina dan negara-negara Amerika Latin dan ditemukan pula di daratan yang mempunyai iklim sub-tropis.


JENIS TANAMAN
Dari survey yang telah dilakukan terdapat 22 jenis rambutan baik yang berasal dari galur murni maupun hasil okulasi atau penggabungan dari dua jenis dengan galur yang berbeda. Ciri-ciri yang membedakan setiap jenis rambutan dilihat dari sifat buah (dari daging buah, kandungan air, bentuk, warna kulit, panjang rambut). Dari sejumlah jenis rambutan diatas hanya beberapa varietas rambutan yang digemari orang dan dibudidayakan dengan memilih nilai ekonomis relatif tinggi diantaranya: 
  1. Rambutan Rapiah buah tidak terlalu lebat tetapi mutu buahnya tinggi, kulit berwarna hijau-kuning-merah tidak merata dengan beramut agak jarang, daging buah manis dan agak kering, kenyal, ngelotok dan daging buahnya tebal, dengan daya tahan dapat mencapai 6 hari setelah dipetik.
  2. Rambutan Aceh Lebak bulus pohonnya tinggi dan lebat buahnya dengan hasil rata-rata 160-170 ikat per pohon, kulit buah berwarna merah kuning, halus, rasanya segar manis-asam banyak air dan ngelotok daya simpan 4 hari setelahdipetik, buah ini tahan dalam pengangkutan.
  3. Rambutan Cimacan, kurang lebat buahnya dengan rata-rata hasil 90-170 ikat per pohon, kulit berwarna merah kekuningan sampai merah tua, rambut kasar dan agak jarang, rasa manis, sedikit berair tetapi kurang tahan dalam pengangkutan.
  4. Rambutan Binjai yang merupakan salah satu rambutan yang terbaik di Indonesia dengan buah cukup besar, dengan kulit berwarna merah darah sampai merah tua rambut buah agak kasar dan jarang, rasanya manis dengan asam sedikit, hasilbuah tidak selebat aceh lebak bulus tetapi daging buahnya ngelotok.
  5. Rambutan Sinyonya, jenis rambutan ini lebat buahnya dan banyak disukai terutama orang Tionghoa, dengan batang yang kuat cocok untuk diokulasi, warna kulit buah merah tua sampai merah anggur, dengan rambut halus dan rapat,rasa buah manisa sam, banyak berair, lembek dan tidak ngelotok.

MANFAAT TANAMAN
Tanaman buah rambutan sengaja dibudidayakan untuk dimanfaatkan buahnya yang mempunyai gizi, zat tepung, sejenis gula yang mudah terlarut dalam air, zat protein dan asam amino, zat lemak, zat enzim-enzim yang esensial dan nonesensial, vitamin dan zat mineral makro, mikro yang menyehatkan keluarga, tetapi ada pula sementara masyarakat yang memanfaatkan sebagai pohon pelindung di pekarangan, sebagai tanaman hias.

SENTRA PENANAMAN
Di Indonesia yang menjadi sentra penanaman rambutan adalah di Jawa khususnya yang sangat besar produksi buah rambutan antara lain di Bekasi, Kuningan, Malang, Probolinggo, Lumajang dan di Garut.

SYARAT PERTUMBUHAN
Iklim
  1. Dalam budidaya rambutan angin berperan dalam penyerbukan bunga.
  2. Intensitas curah hujan yang dikehendaki oleh pohon rambutan berkisar antara 500-2.500 mm/tahun dan merata sepanjang tahun
  3. Sinar matahari harus dapat mengenai seluruh areal penanaman sejak dia terbit,sampai tenggelam, intensitas pancaran sinar matahari erat kaitannya dengan suhu lingkungan.
  4. Tanaman rambutan akan dapat tumbuh berkembang serta berbuah dengan optimal pada suhu sekitar 25 derajat C yang diukur pada siang hari.Kekurangan sinar matahari dapat menyebabkan penurunan hasil atau kurang sempurna (kempes).
  5. Kelembaban udara yang dikehendaki cenderung rendah karena kebanyakan tumbuh di dataran rendah dan sedang. Apabila udara mempunyai kelembaban yang rendah, berarti udara kering karena miskin uap air. Kondisi demikian cocok untuk pertumbuhan tanaman rambutan.
Media Tanam
  1. Rambutan dapat tumbuh baik pada lahan yang subur dan gembur serta sedikit mengandung pasir, juga dapat tumbuh baik pada tanah yang banyak mengandung bahan organik ataui pada tanah yang keadaan liat dan sedikit pasir.
  2. Pada dasarnya tingkat/derajat keasaman tanah (pH) tidak terlalu jauh berbeda dengan tanaman perkebunan lainnya di Indonesia yaitu antara 6-6,7 dan kalau kurang dari 5,5 perlu dilakukan pengapuran terlebih dahulu.
  3. Kandungan air dalam tanah idealnya yang diperlukan untuk penanaman pohon rambutan antara 100-150 cm dari permukaan tanah.
  4. Pada dasarnya tanaman rambutan tidak tergantung pada letak dan kondisi tanah,karena keadaan tanah dapat dibentuk sesuai dengan tata cara penanaman yang benar (dibuatkan bedengan) sesuai dengan petunjuk yang ada.
Ketinggian Tempat
Rambutan dapat tumbuh subur pada dataran rendah dengan ketinggian antara 30-500 m dpl. Pada ketinggian dibawah 30 m dpl rambutan dapat tumbuh namun tidak begitu baik hasilnya.

PEDOMAN BUDIDAYA
Pembibitan
  1. Persyaratan Benih yang diambil biasanya dipilih dari benih-benih yang disukai oleh masyarakatkonsumen antara lain: Rambutan Rapiah, Rambutan Aceh, Lebak bulus, RambutaCimacan, Rambutan, Rambutan Sinyonya.
  2. Penyiapan Benih, Persiapan benih biji yang dipergunakan sebagai pohon pangkal setelah buah dikupas dan diambil bijinya dengan jalan fermentasi biasa (ditahan selama 1-2 hari) sesudah itu di angin-anginkan selama 24 jam (sehari semalam) dan biji siapdisemaikan. Disamping itu dapat pula direndamdengan larutan asam dengan perbandingan 1:2 dari air dan larutan asam yang terdiri dari asam chlorida (HCl) 25% atau Asam Sulfat (H2S04) BJ = 1.84, caranya direndam selama 15 menit kemudian dicuci dengan air tawar yang bersih sebanyak 3 kali berulang dengan air yang mengalir selama 10 menit dan dianginkan selama 24 jam. Untuk menghidari jamur biji dapat dibalur dengan larutan Dithane 45, Attracol 70 WP atau fungisida lainnya.
  3. Teknik Penyemaian Benih, Teknik penyemaian benih dipilih lahan yang gembur dan mudah mendapat pengairan serta mudah dikeringkan disamping itu mudah diawasi seperti: mencangkul tanah sedalam 20-30 cm sambil dibersihkan dari rumput-rumput, batu-batu dan sisa pepohonan dan benda keras lainnya. Kemudian tanah dihaluskan sehingga menjadi gembur dan buatkan bedang-bedeng yang berukuran 1-1,5 m lebar dan tinggi sekitar 30 cm, panjang disesuaikan dengan luas pekarangan/persawahan. Tetapi idealnya panjang bedengan sekitar 10 m, dengan keadaan arah membujur dari Utara ke Selatan, supaya mendapatkan banyak sinar matahari walaupun setelah diberi atap pelindung, dengan jarak,antara bedeng 30 cm dan untuk menambah kesuburan dapat diberi pupuk hijau, kompos/pupuk kandang yang sudah matang dan benih siap disemaikan. Selain dengan melalui proses pengecambahan juga biji dapat langsung ditunggalkan pada bedeng-bedeng yang sudah disiapkan, untuk menyiapkan pohon pangkal lebih baik melalui proses pengecambahan, biji-biji tersebut ditanam pada bedengbedeng yang berjarak 10 X 10 cm setelah berkecambah dan berumur 1-1,5 bulan dan sudah tumbuh daun sekitar 2-3 helai maka bibit dapat dipindahkan dari bedeng persemaian ke bedeng penanaman.
  4. Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian, Setelah bibit berkecambang dan telah berumur 1-1,5 bulan disiram pagi sore, setelah kecambah dipindah ke bedeng pembibitan penyiraman cukup 1 kali tiap pagi hari sampai menjelang mata hari terbit, dengan menggunakan "gembor"supaya merata dan tidak merusak bedengan dan diusahakan air dapat menembus sedalam 3-4 cm dari permukaan. Kemudian dilakukan pendangiran bedengan supaya tetap gembur dan dilakukan setiap 2-3 minggu sekali, rumput yang tumbuh disekitarnya supaya disiangi, hindarkan dari serangan hama dan penyakit, sampai umur kurang lebih 1 tahun persemaian yang dilakukan terhadap pohon baru setelah itu dapat dilakukan pengokulasian yang ditentukan dengan sistem Fokkert yang sudah disempurnakan yang sebelumnya daun-daun dirontokkan pada pohon induk yang telah dipilih mata kulitnya dan kemudian setelah disiapkan tempat untuk penempelan mata kulit tersebut sampai mata kulit itu tumbuh tunas, setelah itu tunas asli pada pohon induk yang telah ditempel dipangkas, kemudian rawat dengan penyiraman 2 kali sehari dan mendangir serta membersihkan rumput-rumput yang ada disiangi, kemudian dapat juga diberi pupuk urea 10 gram untuk tiap 1 m² untuk 25 tanaman rambutan.
  5. Pemindahan Bibit, Cara pemindahan bibit yang telah berkecambah atau di cangkok maupun diokulasi dapat dengan mencungkil/membuka plastik yang melekat pada media penanaman dengan cara hati-hati jangan sampai akar menjadi rusak dan dilakukan penyungkilan sekitar 5 cm dan agar tumbuh akar lebih banyak maka dalam penanaman kembali akar tunggangnya dapat dipotong sedikit untuk menjaga penguapan kemudian lebar daun dipotong separuh serta keping yang menempel dibiarkan sebab berfungsi sebagai cadangan makanan sebelum dapat menerima makanan dari tanah yang baru. Dan ditanam pada bedeng pembibitan dengan jarak 30-40 cm dan ditutupi dengan atap yang dipasang miring lebih tinggi di Timur dengan harapan dapat lebih banyak kena sinar mata hari pagi.
Pengolahan Media Tanam
  1. Persiapan, Pilihlah tanah yang subur, hindari daerah yang berkondisi tanahnya terlampau liatdan tidak memiliki sirkulasi yang baik, meskipun pada daerah perbukitan tetapi tanahnya subur dengan cara membuat sengkedan (teras) pada bagian yang curam, kemudian untuk menggemburkan tanah perlu dibajak atau cukup dicangkul dengan kedalaman sekitar 30 cm secara merata.
  2. Pembukaan Lahan, Tanah yang akan dipergunakan untuk kebun rambutan dikerjakan semua secara bersama, tanaman pengganggu seperti semak-semak dan rerumputan dibuang dan benda-benda keras disingkirkan kemudian tanah dibajak/dicangkul. Bila bibit berasal dari cangkokan pengolahan tanah tidak perlu terlalu dalam tetapi kalau dari hasil okulasi perlu pengolahan yang cukup dalam. Kemudian dibuatkan saluran air selebar 1 meter dan kedalam disesuaikan dengan kedalaman air tanah, guna mengatasi sistem pembuangan air yang kurang lancar. Tanah \yang kurus dan kurang humus atau tanah cukup liat diberikan pupuk hijau yang dibuat dengan cara mengubur ranting-ranting dan dedaunan dan kondisi ini dibiarkan selama kurang lebih 1 tahun sebelumnya.
  3. Pembentukan Bedengan, Setelah tanah keadaan gembur dan buatkan bedeng-bedengan yang berukuran 8 m lebar dan tinggi sekitar 30 cm dengan perataan dasar atasnya guna menopang bibit yang akan ditanam, panjang disesuaikan dengan luas pekarangan/persawahan. Tetapi idealnya panjang bedengan sekitar 10 m, dengan keadaan arah membujur dari utara ke selatan, supaya mendapatkan banyak sinar matahari pagi walaupun setelah diberi atap pelindung, dengan jarak antara bedeng 1 m yang diharapkan untuk lalu-lintas para pekerja dan dapat dipergunakan sebagai saluran air pembuangan, dan untuk menambah kesuburan dapat diberi pupuk hijau, kompos/pupuk kandang yang sudah matang
  4. Pengapuran, Pengapuran pada dataran yang berasal dari tambak dan juga dataran yang baru terbentuk tidak bisa ditanami, selain tanah masih bersifat asam juga belum terlalu subur, setelah lobang-lobang itu digali dengan ukuran penanaman di pekarangan dan dasarnya ditaburkan kapur sebanyak 0,5 liter untuk setiap lobang guna menetralkan pH tanah hingga mencapai 6-6,7 sebagai syarat tumbuhnya tanaman rambutan, setelah 1 minggu dari penaburan kapur diberi pupuk kandang supaya tanah menjadi subur.
  5. Pemupukan, Setelah jangka waktu 1 minggu dari pemberian kapur pada lubang-lubang yang ditentukan kemudian diberikan pupuk kandang sebanyak 25 kg (kurang lebih 1 blek) dan setelah 1 minggu lahan baru siap untuk ditanami bibit rambutan yang telah jadi.
Teknik Penanaman
  1. Penentuan Pola Tanaman, Penyiapan pohon pangkal sebaiknya melalui proses perkecambahan kemudian ditanam dengan jarak 10 x 10 cm setelah berkecambah dan berumur 1-1,5 bulan atau telah tumbuh daun sebanyak 3 helai maka bibit/zaeling dapat dipindahkan pada bedeng ke dua dengan jarak 1-14 meter. Untuk menghindari sengatan sinar matahari secara langsung dibuat atap yang berbentuk miring lebih tinggi ke Timur dengan maksud supaya mendapatkan sinar matahari pagi hari secara penuh.
  2. Pembuatan Lubang Tanaman, Pembuatan lubang pada bedeng-bedeng yang telah siap untuk tempat penanaman bibit rambutan yang sudah jadi dilakukan setelah tanah diolah secara matang kemudian dibuat lobang-lobang dengan ukuran 1 x 1 x 0,5 m yang sebaiknya telah dipersiapkan 3-4 pekan sebelumnya dan pada waktu penggalian tanah yang diatas dan yang dibawah dipisahkan yang nantinya dipergunakan untuk penutup kembali lubang yang telah diberi tanaman, sedangkan jarak antar lubang sekitar 12-14 m.
Cara Penanaman
Setelah berlangsung selama 2 pekan lubang ditutup dengan susunan tanah seperti sedia kala dan tanah yang bagian atas dikembalikan setelah dicampur dengan 3 blek (1 blek kurang lebih 20 liter) pupuk kandang yang sudah matang, dan kira-kira 4 pekan dan tanah yang berada di lubang bekas galian tersebut sudah mulai menurun baru rambutan ditanam dan tidak perlu terlalu dalam secukupnya, maksudnya batas antara akar dan batang rambutan diusahakan setinggi permukaan tanah yang ada disekelilingnya.


Lain-lain
Pada awal penanaman di kebun perlu diberi perlindungan yang rangkanya dibuat dari bambu/bahan lain dengan dipasang posisi agak tinggi disebelah Timur, agar tanaman mendapatkan lebih banyak sinar matahari pagi dari pada sore hari, dan untuk atapnya dapat dibuat dari daun nipah, kelapa/tebu. Sebaiknya penanaman dilakukan pada awal musim penghujan, agar kebutuhan air dapat dipenuhi secara alamiah.

Pemeliharaan Tanaman
  1. Penjarangan dan Penyulaman, Karena kondisi tanah telah gembur dan mudah tanaman lain akan tumbuh kembali terutama Gulma (tanaman pengganggu), seperti rumput-rumputan dan harus disiangi sampai radius 1-2 m sekeliling tanaman rambutan. Apabila bibit tidak tumbuh dengan baik segera dilakukan penggantian dengan bibit cadangan.
  2. Perempalan, Agar supaya tanaman rambutan mendapatkan tajuk yang rimbun, setelah tanaman berumur 2 tahun segera dilakukan peempelan/ pemangkasan pada ujung cabang-cabangnya. Disamping untuk memperoleh tajuk yang seimbang juga berguna memberi bentuk tanaman, memperbanyak dan mengatur produksi agar tanaman tetap terpelihara. Pemangkasan juga perlu dilakukan setelah masa panen buah berakhir dengan harapan muncul tajuk-tajuk baru sebagai tempat munculnya bunga baru pada musim berikutnya dan hasil berikutnya dapat meningkat.
  3. Pemupukan, Untuk menjaga agar kesuburan lahan tanaman rambutan tetap stabil perlu iberikan pupuk secara berkala dengan aturan:
a) Pada tahun ke 2 setelah penanaman bibit diberikan pada setiap pohon dengan campuran 30 kg pupuk kandang, 50 kg TSP, 100 gram Urea dan 20 germ ZK dengan cara ditaburkan disekeliling pohon/dengan jalan menggali disekeliling pohon sedalam 30 cm selebar antara 40-50 cm, kemudian masukkan campuran tersebut dan tutup kembali dengan tanah galian sebelumnya.
b) Tahun berikutnya perlu dosis pemupukan perlu ditambah dengan komposisi 50 kg pupuk kandang, 60 kg TSP, 150 gr Urea dan 250 gr ZK dengan carapemupukan yang sama, apabila menggunakan pupuk NPK maka perbandingannya 15:15:15 dengan ukuran diantara 75-125 kg untuk setiap ha,dan bila ditabur dalam musim hujan dan dengan komposisi 250-350 kg apabila
dilakukan saat awal musim penghujan.

Pengairan dan Penyiraman
Selama dua minggu pertama setelah bibit yang berasal dari cangkokan/okulasi ditanam, penyiraman dilakukan sebanyak dua kali sehari, pagi dan sore. Dan minggu-minggu berikutnya penyiraman dapat dikurangi menjadi satu kali sehari. Apabila tanaman rambutan telah tumbuh benar-benar kuat frekuensi penyiraman bisa dikurangi lagi yang dapat dilakukan saat-saat diperlukan saja. Dan bila turunterlalu lebat diusahakan agar sekeliling tanaman tidak tegenang air dengan cara membuat lubang saluran untuk mengalirkan air.

5) Waktu Penyemprotan Pestisida
Guna mencegah kemungkinan tumbuhnya penyakit/hama karena kondisicuaca/hewan-hewan perusak maka perlu dilakukan penyemprotan pestisidaumumnyadilakukan antara 15-20 hari sebelum panen dan juga apabila elembaban udara terlalu tinggi akan tumbuh cendawan, apabila musim enghujan mulai tiba perlu disemprot fungisida beberapa kali selama musim hujan pestisida dan insektisida.

6) Pemeliharaan Lain
Untuk memacu munculnya bunga rambutan diperlukan larutan KNOƒ (Kalsium Nitrat) yang akan mempercepat 10 hari lebih awal dari pada tidak diberi KNOƒ dan juga mempunyai keunggulan memperbanyak "dompolan" bunga (tandan) rambutan pada setiap stadium (tahap perkembangan) serta mempercepat pertumbuhan buah rambutan.

HAMA DAN PENYAKIT
Hama pada Daun
Hama tanaman rambutan berupa serangga seperti semut, kutu, kepik, kalong danbajing serta hama lainya seperti, keberadaan serangga ini dipengaruhi faktor lingkungan baik lingkungan biotik maupun abiotik. misal: ulat penggerek buah(Dichocricic punetiferalis) warna kecoklat-coklatan dengan ciri-ciri buah menjadi ering dan berwarna hitam, Ulat penggerek batang (Indrabela sp) membuat kulit kayu dan mampu membuat lobang sepanjang 30 cm, Ulat pemakan daun (Plonetadiducta/ulat keket) memakan daun-daun terutama pada musim kemarau. Ulat Jengkal (Berta chrysolineate) pemakan daun muda sehingga penggiran daun menjadi kering, keriting berwarna cokelat kuning.

Penyakit
Penyakit tanaman rambutan disebabkan organisme semacam ganggang Cjhephaleusos sp) yang diserang umumnya daun tua dan muncul pada musim hujan dengan ciri-ciri adanya bercak-bercak kecil dibagian atas daun disertai seratserat halus berwarna jingga yang merupakan kumpulan sporanya. Ganggang Chaphaleuros kesimbiose dengan lumut kerek (lichen) dan dapat dijumpai pada daun dan batang rambutan, yang nampak seperti panu sehingga ranting yang diserang dapat mati; Penyakit akar putih disebabkan oleh cendawan (jamur) Rigidoporus Lignosus dengan tanda rizom berwarna putih yang menempel pada akar dan apabila akar yang kena dikupas akan nampak warna kecoklatan.

Gulma
Segala macam tumbuhan pengganggu tanaman rambutan yang berbentuk rerumputan yang berada disekitar tanaman rambutan yang akan mengganggu pertumbuhan perkembangan bibit rambutan oleh sebab itu perlu dilakukan penyiangan secara rutin.


PANEN
Ciri dan Umur Panen
Buah rambutan yang telah matang dengan ciri-ciri melihat warna yang disesuikandengan jenis rambutan yang ada juga dengan mencium baunya serta yang terakhir dengan merasakan rambutan yang sudah masak dibandingkan denganrambutan yang belum masak, dapat dipastikan bahwa pemanenan dilakukan sekitar bulan Nopember sampai Februari, juga dapat dipengaruhi musim kemarau atau musim penghujan.

Cara Panen
Cara pemanenan yang terbaik adalah dipetik beserta tungkalnya yang sudah matang (hanya yang sudah masak) sekaligus melakukan pemangkasan pohon agar tidak menjadi rusak. Pemangkasan dilakukan sekaligus panen agar dapat bertunas kembali cepat berbuah apabila pemetikan tidak terjangkau dapat dilakukan dengan menggunakan galah untuk mengkait tangkai buah rambutan secara benar.

Periode Panen
Periode pemanenan buah rambutan dilakukan pada sekitar bulan Nopember sampai dengan Februari (masa musim penghujan). Dengan dicari buah yang masak dan yang belum masak supaya ditinggal dulu dan kemudian dipanen kembali

Prakiraan Produksi
Apabila penanganan dan pemeliharaan semenjak pembibitan hingga panen dilakukan secara baik dan benar serta memenuhi aturan yang ada maka dapat diperkirakan mendapatkan hasil yang maksimal. Setiap pohonnya dapat mencapai hasil minimal 0,10 kuintal, dan maksimal dapan mencapai 1,75 kuintal setiap pohonnya.

PASCAPANEN
Pengumpulan
Setelah dilakukan pemanenan yang benar buah rambutan harus diikat secara baik, biasanya dikumpulkan tidak jauh dari lokasi pohon sehingga selesai pemanenan secara keseluruhan.

Penyortiran dan Penggolongan
Tujuan penyortiran buah rambutan yang bagus agar harga jualnya tinggi, biasanya dipilih berdasarkan ukuran dan mutunya, buah yang kecil tetapi baik mutunya dapat dicampur dengan buah yang besar dengan sama mutunya, yang biasanya dijual dalam bentuk ikatan dan perlu diingat bahwa dalam 1 ikatan diusahakan sama besar dan sama baik mutunya. Dan dilakukan sesuai dengan jenis rambutan, jangan dicampur adukkan dengan jenis yang lain.

Penyimpanan
Penyimpanan yang terbaik untuk mengawetkan buah rambutan biasanya dilakukan dengan jalan dibuat asinan/manisan dan dimasukkan dalam kaleng/botol atau dapat juga dengan menggunakan kantong plastik. Hal ini dapat menjaga kesterlilan dan ketahanan serta lama penyimpanannya.

Pengemasan dan Pengangkutan
Hasil jual dapat tinggi tidak tergantung dari rasanya saja,tetapi pada kenampakandan cara pengikatannya,apabilaakan dijual tidak jauh dari lokasi maka cukup diikat dan kemudian di angkut dengan kendaraan/dimasukkan dalam karung. Untuk pengiriman dengan jarak yang agak jauh (antar pulau) yang membutuhkan waktu hingga 2-3 hari lamanya perjalanan rambutan. Caranya di pak dengan menggunakan peti sebelum dipilih dan di pak sebaiknya dicuci terlebih dahulu dengan air sabun dan dibilas kemudian dikeringkan, setelah dipisah dari tangkainya, apabila ada yang terkena jamur sebaiknya direndam dulu dengan larutan soda 1,5% selama 3-5 menit kemudian disikat dengan sikat yang lunak. Setelah itu disusun berderet berbentuk sudut terhadap sisi peti, yang sebelumnya dialasi dengan lumut/ sabut kelapa, setelah itu dilapisi dengan kertas minyak. Setelah penuh lapisan atas dilapisi lagi dengan kertas minyak dan dengan sabut kelapa yang terakhir ditutup dengan papan, sebaiknya kedua sisi panjang dibentuk agak gembung, biasanya penempatan petibagian yang pendek ditempatkan dibawah didalam perjalanan.

Analisis Mitosis Akar Bawang Merah Dengan Metode Squash (Mikroteknik)

Mitosis adalah pembelahan sel yang terjadi secara tidak langsung. Hal ini dikarenakan pada pembelahan sel secara mitosis terdapat adanya tahapan-tahapan tertentu. Tahapan-tahapan (fase-fase) yang terdapat pada pembelahan mitosis ini meliputi: profase, metafase, anafase, dan telofase. P sel paling banyak dijumpai pada bagian akar yaitu ujung akar. Pada mitosis, bahan inti sel terbagi sedemikian rupa sehingga dari satu sel dihasilkan dua buah sel anakan. Mitosis merupakan alat untuk duplikasi teratur (dalam fase S) dan pemisahan (pada anafase) kromosom. Biasanya, mitosis diikuti dengan pembelahan sel yang disebut dengan sitokenesis dimana sel akan terpisah menjadi dua (Kimball, 1999). Oleh karena mitosis merupakan peristiwa yang penting bagi kelangsungan hidup suatu organisme, dalam hal ini adalah tanaman dan juga dapat bermanfaat untuk berbagai hal. Misalnya untuk melakukan sebuah penelitian sehubungan dengan pertumbuhan serta perkembangan tanaman.

Mitosis terjadi di dalam sel somatik yang bersifat meristematik, yaitu sel-sel yang hidup terutama sel-sel yang sedang tumbuh (ujung akar dan ujung batang). Proses pembelahan secara mitosis menghasilkan dua sel anak yang identik dan bertujuan untuk mempertahankan pasangan kromosom yang sama melalui pembelahan inti secara berturut-turut (Starr, 1992). Mitosis pada tumbuhan terjadi selama mulai dari 30 menit sampai beberapa jam dan merupakan bagian dari suatu proses yang berputar dan terus-menerus. Digunakan akar bawang merah (Allium cepa) karena jaringan akar bawang merah (Allium cepa) merupaskan jaringan yang mudah ditelaah untuk pengamatan mitosis (Gregory, 2008.).
Proses mitosis ini terjadi bersama dengan pembelahan sitoplasma dan bahan-bahan di luar inti sel. Pada mitosis setiap induk yang diploid (2n) akan menghasilkan dua buah sel anakan yang masing-masing tetap diploid serta memiliki sifat keturunan yang sama dengan sel iduknya.]
Urut-urutan terjadinya mitosis adalah sebagai berikut:

Profase: Proses terjadinya fase profase ditandai dengan hilangnya nucleus dan diganti dengan mulai tampaknya pilinan-pilinan kromosom yang terlihat tebal.
Metafase: Ciri utama fase ini adalah terbentuknya gelendong pembelahan, gelendong pembelahan ini dibentuk oleh mikrotubula. Gelendong ini membentuk kutub-kutb pembelahan tempat sentromer mikrotubula bertumpu.
Anafase: Pada fase ini kromosom yang mengumpul di tengah sel terpisah dan mengumpul pada masing-masing kutub, sehingga telihat adal dua kumpulan kromosom.
Telofase: Telofase adalah fase finising, dalam telofase ada dua tahap yaitu telofase awal dan telofase akhir. Pada telofase awal terlihat mulai ada sekat yang memisahkan antara sel-sel anak. Sedang pada telofase akhir terlihat sel-sel anak sudah benar-benar terpisah.


Waktu yang dibutuhkan pada masing-masing dase dalam siklus sel adalah berbeda-beda, G1 berlangsung selama 5 jam, S berlangsung selama 7 jam, G2 berlangsung selama 3 jam, mitosis berlangsung selama 1 jam (profase selama 36 menit, metaphase selama 3 menit, anaphase selama 2 menit dan telofase selama 18 menit). Padas el akar bawang merah, dalam menyelesaikan 1 siklus selnya diperlukan waktu 16 jam dimana interfase merupakan fase terpanjang dalam siklus sel. Sedangkan mitosis memiliki waktu yang paling pendek dalam siklus sel (Adrian dan Ray, 1952).

POST TEST GENETIKA

1. Letak DNA dalam sel, yaitu. . . . .
a. terletak dalam sitoplasma, inti terutama dalam ribosom
b. terdapat dalam inti sel, pada kromosom dan dalam sitoplasma
c. terdapat dalam sitoplasma terutama dalam ribosom
d. terdapat dalam inti sel terutama dalam ribosom
e. terdapat dalam inti sel terutama para kromosom
2. Orang yang pertama kali mengemukakan model struktur ADN ialah. . . .
a. Franas Crik dan August Weisman
b. James D Watson dan Francis Crick
c. Herman Muller dan Francis Crick
d.Herman Muller dan August Weisman
e. James D. Watson dan August Weisman
3. Di bawah ini ada beberapa pernyataan yang berhubungan dengan gen, kecuali. . ..
a. Menempati suatu lokus di dalam sebuah kromosom
b. dapat menduplikasikan diri
c. dapat bermutasi
d. mempunyai molekul yang kecil
e. mengandung informasi genetik
4. Gen adalah subtansi hereditas merupakan senyawa kimia bersifat mengandung informasi genetik dan dapat menduplikasi diri pada peristiwa mitosis
Sebab
Gen-gen yang berada pada lokus yang bersesuaian pada kromosom yang nomolog menguasai sifat yang khusus disebut alela
5. Satu sel Somatis manusia mempunyai susunan kromosom sebagai berikut.
a. 22 A/x atau 22 A/xy
b. 22 A/xy atau 23 A/xy
c. 44 A/xx atau 44 A/xy
d. 22 A/xx atau 22 A/xy
e. 44 A/x atau 44 A/y
6. Kromosom kelamin manusia hanya terdapat di dalam sel-sel kelamin
Sebab
Pada fertilisasi sel telur membawa kromosom x dan sel sperma membawa kromosom x dan y.
7. Berdasarkan letak sentomer / kinetokornya, kromososm di samping ini disebut . .
a. Telosentrik
b. metasentrik
c. .parasentrik
d. akrosentrik
e. submetrasentrik
8. Sepasang kromosom yang gen-gennya bersesusaian disebut. . . .
a. subtansi hereditas
b. kromosom homolog
c. alel ganda
d. alela
e. lokus
9. Perhitungan jumlah kromosom yang dimiliki oleh suatu makhluk hidup dilakukan pada fase . . .
a. interfase
b. metafase
c. telofase
d. profase
e. anafase
10. Sel-sel tubuh manusia berikut ini semuanya memiliki kromosom, kecuali. . . .
a. nevron
b. leukosit
c. otot lurik
d. eritrosit
e. otot polos
11. Penggolongan darah sistem ABO dan warna bulu pada kelinci merupakan beberapa contoh sifat yang dipengaruhi oleh :
a. non disjuction
b. crossing over
c. pautan seks
d. alela ganda
e. pautan gen
12. Tahapan sintesis protein
1. ARNd keluar inti menuju ribosom dalam sitoplasma
2. ARNt membawa asam-asam amino menuju ARNd di ribosom
3. ARNd dibentuk dalam inti oleh ADN
4. ARNd bergabung dengan ribosom
5. Terbentuk rantai polipeptida yang dikehendaki
Urutan dalam proses sintesis protein yang benar adalah
a. 1, 2, 3, 4, 5,
b. 3, 4, 1, 2, 5
c. 4, 1, 3, 2, 5
d. 1, 3, 2, 4, 5
e. 4, 1, 3, 2, 5
13. Dari diagram ini yang merupakan anti kodonnya adalah. . . .
a. TGS - SGG - ASG - SAG - GSS - GTS
b. TGS - SAG - GSS - GTS - ASG - SGG
c. TGS - SAG - SGG - GSS - TGS - ASG
d. UGS - SGG - ASG - SAG - SGG – GUS
e. ASG - GSS - UGS - GUS - SGG - SAG
14. Daftar berikut adalah sebagian dari daftar kodon dengan as-amino yang dibentuknya Daftar berikut adalah sebagian dari daftar kodon dengan as-amino yang dibentuknya
a. C-D-B-A
b. D-C-A-B
c. D-B-A-C
d. D-A-C-B
e. A-D-C-B
15. Asam amino yang terdapat dalam sitoplasma akan dibawa ke ribosom
pada peristisha sintesa protein oleh :
a. ADN
b. ARNm
c. ARNt
d. ARNr
e. ARNd
16. . Tiap satu molekul ARN transfer tersusun atas. . . .
a. nukleotida
b. tidak menentu banyaknya
c. nukleotida
d. nukleotida
e. nukleosida
20. Keanekaramanan makhluk hidup dapat terjadi di antaranya karena kekeliruan fungsi. . . .
a. ARNd ketika mereplikasi kodon dari ADN
b. ARNt ketika mentranskripsi kodon dari ADN
c. ARNd ketika mentranslasi kodon ke jenis as-amino
d. ARNd mentranskripsi anti kodon
e. ARNt ketika mentranslasi kodon ke jenis as-amino
21. Ercis berbatang tinggi (T) yang salah satu induknya pendek (t) dikawinkan dengan eras batang pendek. Bagaimanakah hasil keturunan-nya?
a. 100% TT
b. 50 % Tt
c. 100% tt
d. 25%TT:50%Tt: 25%tt
e. 75% TT
22. Penyilangan drosophila warna tubuh hitam galur murni dengan Drosophila warna tubuh kelabu galur murni akan menghasilkan F1 ditescross akan menghasilkan keturunan =
a. 100% hitam
b. 100% kelabu
c. 50% hitam : 50% kelabu
d. 75% hitam : 25% kelabu
e. 25% hitam : 50% kelabu : 25% putih
23. Tanaman mirabilis jalava (bungan pukul empat) warna merah disilangkan dengan warna putih, pada F2 akan dihasilkan 25% merah : 50% merah muda : 25% putih
Sebab
Gen-gen untuk warna merah dan putih memiliki sifat intermediet atau kodominan
24. Pada kelapa sifat buah banyak (B) dominan terhadap buah sedikit (b), sedangkan sifat batang rendah (R) dominan terhadap batang tinggi (r). Persilangan antara kedua pohon kelapa tersebut menghasilkan keturunan pada F-2 dengan ratio fenotif 9 : 3 : 3 : 1. Keturunan pada F2 yang sifatnya paling baik adalah :
a. BbRr
b. BBrr
c. BBRr
d. BBRR
e. BbRR
25. Banyak macam genotif yang mungkin terjadi dari persilangan individu Aa Bb x AaBb adalah
a. 4
b. 12
c. 6
d. 16
e. 9
26. Persilangan antara tumbuhan mangga rasa asam bentuk besar dengan mangga manis bentuk kecil, dihasilkan mangga besar rasa manis (F1). Jika F1 melakukan penyerbuan sendiri, maka prosentase mangga manis bentuk besar yang dihasilkan F2 adalah. . . .
a. 6,25%
b. 25%
c. 12,5%
d. 56,25%
e. 18,75%
27. Warna bulu kelinci merupakan alela ganda, W = normal W = albino wk = Chinchila wh = hima-laya. Disilangkan kelinci berbulu normal (Wwk) dengan bulu himalaya WhW, maka perbandingan fenotif yang dihasilkannya adalah. .
a. 2 normal : 1 chinchila : 1 albino
b. 2 normal : 1 himalaya : 1 chinchila
c. 1 normal : 2himala : 1 chinchila
d. 1 normal : 1 chinchila
e. 1 normal : 1 himalaya
28. Gen M dalampopulasi buah pir menyebabkan rasa manis dan gen M rasa hambar, gen l yang resesif menyebabkan buah lebat dan gen L berbuah sedikit. Dari persilangan MmLl x Mmll, jumlah genotif rasa manis dan buah lebat adalah.
a. 2
b. 6
c. 3
d. 6
e. 4
29. Kacang ercis batang tinggi, biji bulat hijau, heterozigot untuk ketiga sifat itu, akan meng-hasilkan berapa gamet bila semua gen bebas tidak berpautan
a. 2
b. 8
c. 3
d. 9
e. 4
30. Pada tanaman labu B (bulat) dominan terhadap b (kusut) T(tinggi) dominan terhadap t (rendah). Tanaman labu dengan genotif BbTt dibastarkan dengan. Bbtt menghasilkan labu berfenotif bulat tinggi, kisot tinggi, bulat rendah, dan kisot rendah dengan perbandingan :
a. 1 : 1 : 1 : 1
b. 3 : 1 : 1: 3
c. 1 : 3 : 3 : 1
d. 3 : 1 : 3 : 1
e. 3 : 3 : 1 : 1
31. Ayam (H) yang salah satu induknya putih (h) dikawinkan dengan ayam putih. Bagaimanakah hasil keturunannya ?
a. 100% HH
b. 100% hh
c. 75% HH : 25% hh
d. 50% Hh : 50% hh
e. 25% HH : 50% Hh : 25% hh
32. Pada penyilangan tanaman kapri, induknya berbiji bulat dan berwarna kuning. Dari hasil penyilangan didapatkan 193 biji, dan ternyata bervariasi : 110 bulat, kuning : 35 bulat, hijau : 37 kisut, kuning : 11 kisut hijau. Dari hasil ini dapat diduga bahwa :
a. kedua induk kapri adalah heterozigot
b. kedua induk kapri adalah homozigot
c. induk yang satu homozigot, yang lain heterozigot
d. pada waktu pembentukan gamet terjadi mutasi
e. terjadi penyimpangan dari hukum mendel
33. Pada perkawinan tumbuhan polongan panjang dan tidak berbulu dengan polongan pendek tapi berbulu, kedua sifat intermedier. Diadakan perkawinan sendiri pada F1 , pada F2 perbandingan antara tumbuh-tumbuhan yang berbuah polongan panjang dan tidak berbulu dengan yang berbuah polongan pendek berbulu adalah :
a. 3 : 1
b. 1 : 2
c. 2 : 1
d. 1 : 1
e. 1 : 3
34. Ayam berpial biji disilangkan dengan ayam berpial gerigi. Keturunan terdiri atas sumpel : biji, bilah : 9 : 3 : 3 : 1. Berdasarkan data tersebut di atas, pernyataan berikut yang benar adalah. . . .
a. pial sumpel merupakan hasil interaksi 2 sifat resesif
b. sifat gerigi masing-masing dominan terhadap biji
c. pial biji merupakan hasil interaksi dua sifat resesif
d. ayam berpial sumpel selalu heterozigot dominan
e. pial sumpel hasil interaksi gen dominan resesif
35. Ayam berpial walnut (PPRr) dikawinkan dengan ayam berpial walnut (PrRr) , berapa macam genotip ayam berpial walnut yang dihasilkan padaF1
a. 4
b. 7
c. 5
d. 8
e. 6
36. Warna biji gandum merah ditentukan oleh M1 dan M2 , warna biji. Dari persilangan gandum merah sesamanya didapat hasil perkawinan dengan ratio 15 gandum biji merah dan 1 gandum biji putih. Genotif parentalnya adalah :
a. M1m1 M2m2 x M1m1 M2m2
b. M1M1 M2m2 x m1m1 M2m2
c. M1m1 M2M2 x m1m1 M2m2
d. M1M1 m2m2 x M1m1 m2m2
e. M1m1 M2m2 x M1M1 m2m2
37. Perkawinan antara seorang pria mulat dan wanita mulat menghasilkan keturunan dan fenotif :
1. negro
2. mulat sedang
3. mulat gelap
4. putih
37. Modifikasi ratio 25%, 56,25% : 18,95% dijumpai pada. . . .
a. kriptomeri
b. epistasis
c. interaksi gen
d. hipostasis
e. polimeri
38. Linaria marocana warna ungu (AaBb) disilangkan dengan linaria marocana merah (Aabb) dari hasil persilangan didapatkan linaria warna putih sebanyak
a. 75%
b. 12,5%
c. 50%
d. 6,25%
e. 25%
39. Persilangan 2 tanaman KKhh dengan kkHH pada F2 menghasilkan ratio fenotif 9 : 7 berdasarkan data di atas berarti ada penyimpangan yang dimaksud adalah.
a. epistasis
b. komplementer
c. hipostasis
d. kriptomeri
e. interaksi gen
40. Suami istri masing-masing bisu-tuli sejak lahir mempunyai 3 orang anak yang semuanya mem-punyai pendengaran dan dapat berbicara normal. Orang tua anak-anak itu dapat diperkirakan mem-punyai genotif.
a. aaBB x aaBB
b. aabb x aabb
c. AaBb x Aabb
d. AAbb x aaBB
e. AaBb x AaBb
41. Persilangan ayam berpial biji (Pea) dengan ayam berpial gerigi (ras) menghasilkan keturunan ayam berpial sumpel (walnut) dan ayam berpial bial (single)
Sebab
Ayam berpial sumpel merupakan interaksi dua faktor dominan yang berdiri sendiri-sendiri dan bilah sebagai hasil interaksi dua faktor resesif
42. Gen untuk pigmen M1 dan M2 dan olelnya m1 dan m2 tidak menghasilkan pigmen. Pada peristiwa polimeri, gandum dengan pigmen merah dibastarkan dengan gandum pigmen merah menghasilkan turunan merah muda, merah muda sekali dan putih (tak berpigmen) dengan perbandingan 1 : 2 : 1 parentalnya adalah. . . .
a. M1M1M2M2 x M1M1m2m2
b.M1 M1 M2 M2 x M1 m1 m2 m2
c. M1M1m2m2 x m1m1M2m2
d.M1m1m2m2 x m1m1 M2m2
e. M1M1m2m2 x M1m1m2m2
43. Perkawinan tikus hitam dan tikus kuning dimana faktor (H) pembawa sifat hitam bersifat epistasis terhadap faktor (K) pembawa sifat kuning yang hipostasis. Jika Hhkk disilangkan dengan HhKK, genotif tikus hitam yang akan dihasilkan adalah . .
a. 2 macam
b. 5 macam
c. 3 macam
d. 6 macam
e. 4 macam
44. Dari persilangan linaria maroccana merah galur murni dengan linaria maroccana putih galur murni, turunan pertama warna ungu dan turunan kedua ungu : putih dgn perbandingan 9 : 3 : 4
Sebab
warna ungu dominan terhadap putih dan merah
45. Pada persilangan Drosophila melanogaster betina mata merah heterozigot dengan jantan mata merah. Sifat mata merah terpaut dalam kromosom x dan bersifat dominan, maka keturunan yang dihasilkannya :
a. semua keturunannya bermata merah
b. 100% drosophila jantan bermata merah
c. 50% jantan bermata merah : 50% betina mata merah
d. 50% jantan bermata putih : 100% betina mata merah
e. 100% betina bermata merah : 25% jantan mata merah
46. Drosophila warna hitam dan sayap panjang gen dominan yang mengalami pautan, mempunyai genotif BbVv, macam gametnya adalah. . . .
a. BV dan Bv
b. Bv dan Vb
c. BV dan bv
d. Bv, Bv, bV, dan bv
e. BV dan bV
47. Bila persilangan antara DDLL dan ddll menghasil kan F1 semuanya DdLl, dan setelah dilakukan uji silang diperoleh data sebagai berikut : DL=897; dl = 903 ; Dl = 104; dL = 96. Dari data di atas dapat diketahui telah terjadi peristiwa crossing over dengan nilai sebesar :
a. 90%
b. 20%
c. 80%
d. 10%
e. 50%
48. Umumnya determinasi seks ditentukan oleh kromosom seks x dan y. Tetapi pada beberapa hewan ada yang ditentukan oleh sistem kromosom seks Z dan W, seperti pada
a. orang utan, kupu-kupu, paus
b. ayam, kupu-kupu, kelelawar
c. belalang, merpati, orang utan
d. kupu-kupu, ayam, ikan mas
e. kupu-kupu, merpati, belalang
49. Timbulnya betina super lalat buah (drosophila melanogaster) yang bermotif xxx, hanya dimungkinkan bila pada waktu pembentukan gamet terjadi peristiwa. . . .
a. gagal berpisah
b. gen linked
c. gen letal
d. determinasi seks
e. pindah silang
50. Drosophila betina mata merah yang mengalami gagal berpisah disilangkan dengan drosophila jantan mata putih. Perbandingan fenotif keturunannya adalah. . . .
a. betina mata merah : jantan mata merah = 3 : 1
b. betina mata merah : jantan mata putih = 2 : 1
c. betina mata merah : jantan mata putih = 1 : 2
d. betina mata putih : jantan mata merah = 3 : 1
e. betina mata merah : jantan maa putih = 1 : 3
51. Peristiwa gagal berpisah hanya terjadi pada kromosom kelamin
Sebab
Sel kelamin hanya mengandung kromosom kelamin
52. Individu xxy, penderita sindroma klinefelter diakibatkan oleh peristiwa non-disjungstion, dengan gejala :
1. ovarium menyusut dan tidak mengalami orgenesis
2. tumbuh payudara dengan gaya dan suara mirip wanita
3. Uterus kecil dan tidak mengalami haid
4. tidak ada testis, sehingga tidak mempunyai sperma.
53. Pria dengan genotif kromosom seks XYY memiliki jenis kelamin laki- laki dengan sifat-sifat yang asosial, kriminal dan agresif
Sebab
Pria yang lahir dari kasus gagal berpisah akan mengalami sifat-sifat demikian
54. Gen letal yang dikenal selama ini ternyata ada dua jenis, yaitu letal dominan dan letal resesif. Dalam keadaan heterozigot ked uanya akan berbeda, yaitu
1. letal dominan mengalami cacat
2. letal resesif mengalami sub letal
3. letal resesif tetap normal tetapi carrier
4. letal dominan mengalami lethal prenatal
55. Bila gen B merupakan gen letal, berapa % turunan yang hidup dari hasil persilangan AaBb x aaBb
a. 6,25%
b. 50%
c. 15,5%
d. 75%
e. 25%
56. Bila gen A letal, maka hasil persilangan AaBb dengan AaBb akan menghasilkan phenocyae
a. 2 macam
b. 8 macam
c. 4 macam
d. 12 macam
e. 6 macam
57. Persilangan antara tikus kuning (Tt) dengan tikus kuning (Tt) dimana gen T bersifat letal. Pada F1 perbandingan fenotif antara tikus kuning dan tikus tidak kuning adalah. . . .
a. 3 : 1
b. 2 : 1
c. 2 : 2
d. 2 : 3
e. 1 : 2
58. Bila gen A dan C berpautan serta c bersifat letal maka keturunan yang hidup dari hasil perkawinan individu yang bergenotif AaBBCc adalah . . .
a. 12,5 %
b. 75%
c. 25%
d. 50%
e. 100%
59. Dalam menentukan jenis kelamin anaknya, ayah mempunyai peranan lebih penting dari ibu
Sebab
Sperma ayah yang menentukan jenis kelamin anaknya
60. Sepasang suami isteri merencanakan mempunyai 4 orang anak, berapakah kemungkinannya bahwa anak-anak itu akan terdiri dari 2 perempuan dan 2 laki-laki.
a. 6,25
b. 37,5%
c. 12,5%
d. 50%
e. 25%
61. Cacat dan penyakit menurun adalah cacat dan penyakit yang dapat diwariskan kepada keturunannya mempunyai ciri
1. tidak dapat disembuhkan
2. tidak menular
3. Ada yang dapat diusahakan terhindar
4. dalam keadaan heterozigot tidak tampak
62, Dari penyelidikan urin seorang penderita cacat menurun ditemukan adanya fenil piruvat. Sifat ini ada hubungannya dengan ketidak mampuan individu menyelesaikan suatu proses metabolisme sebagai akibat kesalahan dalam sintesa protein, cacat menurun itu adalah :
a. buta warna
b. albinisme
c. imbisil
d. polidaktili
e. hemofilia
63. Albinisme akan tampak, bila gen resesif autosom, bersifat homozigot
Sebab
Pada penderita albino tidak dapat membentuk melamin, maka terdapat penimbunan zat tirosin dalam darah orang albino.
64. Seorang ibu sangat heran bercampur dengan perasaan cemas setelah tiba- tiba melihat bahwa bagian yang basah dari pakaian bayinya berwarna kehitam-hitaman. Ibu segera membawa anak kesayangannya ke dokter karena diduga menderita penyakit.
a. alkaptonuria
b. phenylketonuria
c. tirosinosis
d. hypertrichosia
e. kreatinisme
65. Berdasarkan fenotifnya golongan darah sistem ABO ada 4 macam
Sebab
Gen pengatur golongan darah sistem ABO ada 4 buah
66. Seorang wanita bergolongan darah A menikah dengan seorang pria. Mempunyai seorang anak perempuan yang bergolongan darah B. Sekarang wanita tersebut sedang hamil tua. Berapa kemungkinan dia mempunyai anak laki-laki yang bergolongan darah O?
a. 25%
b. 50%
c. 12,5%
d. 75%
e. 100%
67. Polidaktili adalah kelainan genetik autosomal pada manusia, seseorang yang menderita polidaktili dapat lahir dari perkawinan
1. ayah normal, ibu normal
2. ayah polidaktili, ibu normal homozigot
3. ayah dan ibunya polidaktili
4. ayah normal homozigot ibu penderita heterozigot
68. Seorang buta warna merah hijau menikah dengan pria normal, maka anaknya :
1. semua anak perempuannya normal
2. 50% anak perempuannya normal
3. semua anak laki-lakinya buta warna
4. 50% anak laki-lakinya buta warna
69. Seorang ibu yang sedang mengandung memiliki golongan darah A heterozigot dan membawa sifat hemofilia. Bila suaminya bergolongan darah B heterozigot dan normal, berapakah kemungkinan lahir anak laki-laki dengan dengan golongan darah O dan hemofil.
a. 50%
b. 6,25%
c. 25%
d. 3,25%
e. 12,5%
70. Seorang ibu muda yang memiliki golongan darah Rh-, bila kemudian mengandung embrio Rh+ , pada umumnya. . . .
a. kandungan pertamanya selamat
b. anak pertamanya kejang-kejang
c. kandungan pertamanya mengalami anemia
d. tubuh anak pertamanya menderita aritroblastosis foetalis
e. hati dan limpanya membengkak

POST TEST BAKTERI

1. Kelompok bakteri yang mendapat julukan ”nenek moyang bakteri” adalah ....
A. Archaeobacteria
B. Bakteri ungu
C. Eubacteria
D. Bakteri biru
E. Cyanobacteria
2. Golongan bakteri yang umum ditemukan di alam adalah ....
A. Archaeobacteria
B. bakteri ungu
C. Eubacteria
D. bakteri biru
E. Cyanobacteria
3. Bakteri dapat melakukan reproduksi secara seksual dengan cara ....
A. membentuk spora
B. fragmentasi
C. konjugasi
D. proliferasi
E. pembelahan biner
4. Di bawah ini yang bukan merupakan ciri dari kingdom Monera adalah ....
A. selnya prokariot
B. tidak memiliki organel sel
C. tidak memiliki membran inti
D. berkembang biak secara mitosis
E. selnya eukariot
5. Ani mengamati ganggang biru. Dari pengamatannya, dia menemukan tanda-tanda ganggang biru sebagai berikut: dapat bergerak, berbentuk benang, dan mempunyai sel yang pipih. Dengan demikian, dia berkesimpulan bahwa ganggang biru ini adalah ....
A. Ochromonas
B. d. Anabaena
C. Nostoc
D. e. Chroococcus
E. Oscillatoria
6. Bakteri yang dapat menambat nitrogen di udara adalah ....
A. Oscillatoria sp.
B. d. Stigonema sp.
C. Nostoc linckii
D. e. Eleocapsa
E. Rivularia sp.
7. Persenyawaan antara polisakarida dan protein yang merupakan penyusun dinding sel bakteri disebut ....
A. Makrobakteri
B. Bakteriofag
C. Mikrobakteri
D. Makrobakteriofag
E. Peptidoglikon
8. Proses menempelnya dua sel untuk memindahkan materi genetik antara kedua sel itu disebut ...
A. konjugasi
B. fertililisasi
C. injeksi
D. adsorpsi
E. perakitan
9. Bakteri yang mampu mengubah bahan anorganik menjadi bahan organik yang diperlukan oleh tubuh disebut bakteri ....
A. bakteri autotrof
B. bakteri anaerob
C. bakteri heterotrof
D. bakteri gram negatif
E. bakteri aerob
10. Makhluk hidup yang tidak dapat membuat makanan sendiri sehingga bahan makanan diperoleh dari makhluk hidup lain atau lingkungannya adalah ....
A. autotrof
B. anaerob
C. heterotrof
D. bakteri
E. aerob
11. Proses pernapasan bakteri yang menggunakan oksigen bebas atau udara untuk pernapasannya dilakukan oleh ....
A. autotrof
B. anaerob
C. heterotrof
D. bakteri gram negatif
E. aerob
12. Proses pernapasan bakteri yang tidak memerlukan oksigen bebas atau udara untuk pernapasannya dilakukan oleh ....
A. bakteri autotrof
B. bakteri anaerob
C. bakteri heterotrof
D. bakteri gram negatif
E. bakteri aerob
13. Bakteri gram positif termasuk dalam kelompok ....
A. Eubacteria
B. Fungi
C. Archaeobacteria
D. Monera
E. Protista
14. Ganggang biru berkembang biak dengan fragmentasi dan pembentukan spora yang dilakukan dengan cara ....
A. pembelahan sel
B. pembentukan spora
C. konjugasi
D. pendinginan
E. fragmentasi
15. Membebaskan alat dan bahan makanan dari mikroorganisme dapat dilakukan ....
A. perebusan
B. pemanasan
C. pencucian
D. pendinginan
E. sterilisasi
16. Berikut ini yang tidak termasuk kelompok Achaebacteria adalah....
A. bakteri metanogen
B. bakteriofag
C. halobakteri
D. halobakteriofag
E. bakteri termo-asidofil
17. Cara reproduksi yang tidak dilakukan oleh ganggang biru adalah....
A. fragmentasi
B. pembelahan
C. membentuk spora
D. perkawinan
E. pembentukan kuncup
18. Salah satu Eubacteria yang dapat hidup di tempat lembap, di atas tanah, tembok, sawah, parit, atau laut, serta mempunyai klorofil a untuk fotosintesis dan fikosianin adalah ....
A. ganggang merah
B. ganggang pirang
C. ganggang biru
D. ganggang cokelat
E. ganggang hijau
19. Ciri yang paling membedakan antara bakteri dan ganggang biru adalah ...
A. bakteri dapat melakukan pembelahan sel, ganggang biru tidak
B. bakteri tidak memiliki membran inti, ganggang biru memiliki membran inti
C. bakteri umumnya bersifat heterotrof, ganggang biru bersifat autotrof
D. bakteri hidup bersimbiosis, ganggang biru tidak
E. bakteri tidak bergerak, ganggang biru bergerak
20. Bakteri dengan flagel menyebar di seluruh permukaan sel disebut
A. subpolar
B. peritrik
C. lofotrik
D. lisotrik
E. monorik
II. Pilihlah!
A. Jika (1), (2), dan (3) yang benar
B. Jika (1) dan (3) yang benar
C. Jika (2) dan (4) yang benar
D. Jika (4) saja yang benar
E. Jika semuanya salah
1. Berikut ini yang tidak termasuk filum Eubacteria adalah ....
(1) Cyanobacteria
(2) Spirochetes
(3) bakteri gram positif
(4) bakteri merah
2. Tahapan yang tidak terjadi pada siklus litik adalah ....
(1) kelas Rhizobiaceae
(2) kelas Zotobacteraceae
(3) kelas Micrococcaceae
(4) kelas Enterobacteriaceae
3. Berikut ini yang bukan merupakan bentuk bakteri adalah ....
(1) bersel banyak
(2) bersel satu
(3) berbentuk benang serabut
(4) berukuran sangat kecil kira-kira 0,1 m – 100 m
4. Sel yang mampu berfotosintesis untuk memperoleh makanannya
dengan bantuan cahaya matahari disebut sel ....
(1) autotrof
(2) heterotrof
(3) kemoautotrof
(4) fotoautotrof
5. Pernyataan tentang bakteri yang benar adalah ....
(1) berplastida
(2) inti bermembran inti
(3) sitoplasma mengandung RNA
(4) protoplas tidak bermembran
6. Berikut ini yang bukan merupakan bentuk bakteri adalah ....
(1) batang
(2) bola
(3) spiral
(4) kotak
7. Ganggang biru yang merugikan adalah ....
(1) Anabaena flosaquae
(2) Gloeocapsa
(3) Microcytis
(4) Nostoc
8. Ganggang biru yang menguntungkan adalah ....
(1) Anabaena flosaquae
(2) Gloeocapsa
(3) Microcytis
(4) Nostoc
9. Bakteri penyebab penyakit sifilis adalah ....
(1) Mycrobacterium
(2) Diploccocus
(3) Shigella
(4) Treponema pollidium
10. Bakteri yang hidup di usus besar manusia adalah ....
(1) Mycrobacterium
(2) Diploccocus
(3) Shigella
(4) Treponema pollidium
III. Jawablah dengan singkat dan jelas!
1. Sebutkan perbedaan Archaebacteria dan Eubacteria!
2. Sebutkan ciri-ciri Cyanobacteria!
3. Sebutkan beberapa filum yang termasuk dalam Eubacteria!
4. Jelaskan cara bakteri berkembang biak!
5. Jelaskan hal-hal yang berhubungan dengan makhluk hidup prokariot

Keanekaragaman Hayati

Media Pembelajaran IPA Biologi
Kelas X Semester 2

sebagai media bantu pembelajaran agar siswa
tidak bosan dengan materi yang sampaikan,
dilengkapi dengan latihan soal.